مختار ابن حسن الاثري

Nasab dan kelahiran : Saya seorang penuntut ilmu pemula, Abul Hasan Ini adalah Kunya ana dulu, dan mulai saat ini kunya ana di ganti dengan Abu Nashir Mukhtar Ibni Hasan ar ratuloly al Atsari as-Salafi –insya Alloh-. Saya dilahirkan pada tahun 1407 yang bertepatan dengan tahun 1986 di sebuah Desa Terpencil tepatnya di (Desa Lohayong Kec Solor Timur Kab Flores Tiumur NTT), kemudian saya pindah ke kota Probolinggo. Disana saya hanya bertahan 1 tahun kemudian saya panda lagi ke bojonegoro. di sana bertahan 2 tahun untuk melanjutkan study saya yang sempat terputus ketika di probolinggo. Dan sekarang saya tinggal di Surabaya bersama saudara saya. Insya allah tahun depat saya akan memulai kulia dari nol lagi karena kulia saya belakangan ini selalu saja terbelangkai.

Nama : Mukhtaar Ibni Hasan ar Ratuloly al Atsary

Kunyah : Abu Nashir

Nomor Hp : 081332452001 / 08523130879

11 Tanggapan:

  1. Assalaamualaikum akh

    Kaifa haaluk yaa akh. semoga sehat wal afihat. kenapa kok kulianya terbangkalai gitu akh. mangnya kepikiran apa seh. jangan2 kepikiran nika ne akh.... kalau uda siap nika kenapa harus di tunda.

    ReplyDelete
  2. wa'laikumsalam.

    alhamdulillah ana sehat selalu. berkat rahmat Allah yang maha kuasa atas hambanya ana masih di berikan umur yang panjang ini dan insya allah ana gunakan untuk menanam bekal yang akan ana petik kelal di akhirat.

    Semoga ajah di mudahkan oleh allah atas segalah urusan hambanya.

    ReplyDelete
  3. Assalamu Alaikum.. salam kenal Ustadz..

    ReplyDelete
  4. wa'laikumsalam. salam kenal kembali. afwan bukannya ana menolak di panggil ustadz, namun ana belum pantas dipanggil ustadz.

    Barakallahufiikum
    wassalamualaikum

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum
    Akh, izin ngisi buku tamu neh...
    Wah blog antum makin bagus. BTW sekarang lagi bisnis apa? Yuk kita jaga silaturrahim..

    ReplyDelete
  6. wa'laikumsalam.

    makasih atas kunjungannya. ana sekarang gak bisnis apa apa akh. cuman kerja jadi operator aja. semoga kita tetap istiqomah. boleh tau antum dari mana

    ReplyDelete
  7. Assalamu'alaykum...

    Kunjungan balik dari ana akhy...
    Semoga ga bosen main ke blog ana

    ReplyDelete
  8. وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    santai aja. kita saling berbagi ilmu.

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum
    Jazzakallahu khair telah mampir ke blog ana, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahamat dan hidayahnya kepada kita semua..

    Oya, kunjungi juga www.alhujjah.com situs Islam bermanhaj Salaf yang juga berasal dari Mataram Lombok..

    ReplyDelete

Semoga komentar anda dapat membangun dan tegaknya dakwa yang haq ini. لاريب فيه هد ي للمتقين

Wasiat Rasulullah صلى الله عليه وسلم

عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال : وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون , فقلنا يل رسول الله كأنها موعظة مودعٍ فأوصنا , قال - أوصيكم بتقوى الله عزوجل , والسمع والطاعة وإن تأمر عليك عبد , فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً . فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين عضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة

Dari Abu Najih, Al 'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi nasihat kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran." Kami bertanya, "Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla, tetap mendengar dan ta'at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup sepeninggalku niscaya kalian akan menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaa-ur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu muhdats (perkara baru) karena sesungguhnya setiap bid'ah itu sesat."
[Hadits riwayat Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud nomor 4607 dan at-Tirmidzi nomor 2676, ad-Darimy (I/44), al-Baghawy (I/205), al-Hakim (I/95), dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Irwaa-ul Ghaliil (no. 2455)]

Sumber: http://ibnuismailbinibrahim.blogspot.com/